Bulan Juni kemarin, tepat 3 tahun usia Jerome anakku. Kami memutuskan saatnya Jerome masuk sekolah, karena batas usia seorang anak untuk masuk preschool di Orchard Down Preschool adalah 3 tahun.
6 bulan sebelumnya, Jerome menghabiskan hari-harinya di daycare, dan melihat perkembangannya, sepertinya lebih baik kalau Jerome ke preschool daripada meneruskan daycare-nya.
Sebelumnya, ada begitu banyak kekhawatiranku sebagai seorang ibu. Aku khawatir Jerome akan menangis terus selama lebih dari seminggu, padahal seorang teman pernah bercerita kalau si anak masih menangis lebih dari seminggu maka si anak akan dipulangkan dan dianggap belum layak sekolah.
Kekhawatiran berikutnya, pengalaman waktu di daycare, Jerome gak pernah bilang ke babysitter-nya kalau Jerome mau pup. Akhirnya selalu pup di diapers padahal selain di daycare, Jerome gak pernah lagi pake diapers, bahkan ketika jalan-jalan keluar kota. Jerome sudah mampu menahan pis atau pup-nya sampai kami menemukan rest area atau rest room. Tapi di daycare, Jerome tak pernah memberitahu babysitter-nya kalau ada keinginan untuk pup. Padahal di daycare ini, anak sudah harus toilet trained, dalam arti, minimal si anak sudah bisa memberitahu gurunya kalau dia ingin pis atau pup, jadi gak kebablasan di celana.
Dua hal tersebut adalah kekhawatiran terbesarku yang membuatku uring-uringan beberapa minggu hingga Papap bolak balik berusaha menenangkanku dan bilang semua akan baik-baik aja. Masalahnya, kalau sampai Jerome "dikeluarkan" dari preschool itu karna dianggap belum layak, maka aku harus mencari preschool lain yg jelas lebih mahal dan lebih jauh. Orchard Down Preschool ini konon kabarnya paling murah di Urbana-Champaign, biayanya USD380.00 per month + uang pendaftaran USD50.00. Biaya itu untuk kelas full-day dari senin sampai jumat, dari jam 8.30 am sampai 3.00 pm plus ada additional activity khusus bagi penghuni Orchard Down, dari jam 3.00 - 5.30 pm. Lumayan banget kan? Jerome bisa main sepuasnya dari jam 8.30 am - 5.30 pm. Biaya itu memang murah....Kami pernah survey beberapa preschool, ada yang USD800/month...glek....bisa puasa senin kemis ntar...Selain itu, Orchard Down Preschool itu benar-benar sangat dekat dengan apartemen kami, hanya sepelemparan batu. Cukup berjalan kaki 2 menit.
Tanggal 24 Agustus 2009 adalah hari pertama Fall Semester, juga hari pertama preschool karena kegiatan di preschool ini disesuaikan dengan kegiatan kampus (Orchard Down Preschool adalah preschool milik kampus dan Orchard Down adalah kompleks apartemen bagi mahasiswa yang juga properti kampus). Kebetulan kuliahku jam 5 sore, maka aku punya kesempatan untuk menemani Jerome seharian di hari pertama sekolahnya.
Hari 1
Jerome aku temani seharian dan tak beranjak sesenti pun dariku. Oh nooo...semoga ini tak berlangsung lama. Kegiatannya: cuci tangan, menyanyi (nama-nama hari), membaca buku, bermain di playground, makan siang dan tidur siang. Jerome hanya menghabiskan sepotong roti jatah makan siangnya, padahal selain itu juga disediakan chicken leg, nenas potong dan jagung pipilan plus susu. Jelas kelihatan yummy, tapi Jerome tak tertarik. Huh...sayang deh...
Ketika bermain di playground, Jerome berani sendiri tanpa menggandeng tanganku, tapi dia tetap mengawasiku dan memastikan aku masih ada disitu....
Jam tidur siang, semua anak berbaring dengan patuh di ranjang masing-masing (hmmm...sebetulnya bukan ranjang tapi semacam trampolin) dan perlahan-lahan tertidur. Ms.Debby menjaga anak-anak yang tidur siang dan Ms.Debby dengan tegas menyuruh anak untuk diam kalau ada yang berisik, dan tak boleh ada anak yang tak berbaring. Ajaib, akhirnya semua anak tertidur pulas!
Setelah Jerome tertidur, aku pun pulang ke apartemen karena belum makan siang. Aku putuskan untuk meninggalkan Jerome karena akan menjemputnya jam 3 setelah bangun. Aku dan papap menunggu di luar gedung dari jam 2.30pm, sambil berjaga-jaga kalau-kalau mendengar teriakan Jerome. Ternyata tak ada teriakan atau tangisan. Kamipun masuk dan menjemput Jerome, dan Jerome sedang asyik bermain bersama teman-teman lain! Wah ternyata dia tidak menangis meski terbangun tanpa mendapati kami di sekitarnya....
Beberapa anak masih ditemani orangtuanya seharian, seperti Clara (dari Brazil, dengan Mamanya aku langsung akrab karena bahasa inggrisnya sudah bagus banget, lumayan buat latihan menambah kosa kata).
Guru yang mengajar full-day class ada 2, Ms.Bryan dan Ms.Debby ditemani seorang asisten, Ms.Lee.
Hari 2
Kebetulan aku ada kuliah jam 10.30 sehingga tak bisa mengantar Jerome ke sekolah. Papap pun bertugas mengantar dan menemani Jerome. Kalau aku serba tak tega, maka Papap cenderung lebih tegas. Papap tak mau digandeng Jerome terus-terusan. Papap mengajarkan Jerome cuci tangan sendiri, main sendiri, kalau ada permainan yang dia ingin tau bagaimana cara memainkannya, Papap menyuruh Jerome untuk bertanya pada Ms. Debby dan Jerome pun melakukannya!
Mulai ada banyak kemajuan. Jerome tak lagi menggelayut terus ke Papap tapi mulai berani bertanya pada gurunya dan bermain bersama teman-temannya. Dia juga menghabiskan makan siangnya! Mungkin karena melihat teman-temannya makan dengan lahap, Jerome jadi ikut lahap...good boy!
Malamnya, aku harus menghadiri pertemuan orangtua, membahas segala hal mengenai preschool ini dan orangtua boleh bertanya mengenai apapun. Dari hasil pertemuan itu, guru menginformasikan hal-hal berikut:
-Setiap anak akan mendapatkan peer bulanan dan anak yang harus mengerjakan, bukan orangtuanya.
-Setiap orangtua juga harus menyiapkan 2 pasang pakaian ganti di keranjang masing-masing anak, sepasang baju lengan pendek dan celana pendek untuk cuaca panas dan sepasang baju lengan panjang dan celana panjang untuk jaga-jaga kalau cuaca tiba-tiba dingin. Selain itu juga disiapkan pakaian dalam dan kaus kaki.
-Orangtua juga dihimbau untuk menyiapkan selimut dan bantal untuk dipakai anak ketika tidur siang.
-Orangtua juga diwajibkan menyediakan camilan ringan untuk semua anak tapi hanya sekali sebulan.
-Kami diberi jadwal kegiatan anak-anak selama 1 semester, diketik di kertas kecil untuk ditempel di kulkas.
-Kegiatan preschool benar-benar disesuaikan dengan jadwal kampus. Apabila kampus tutup, misalnya hari libur, maka preschool juga tutup. Ketika cuaca sangat buruk, misalnya ada badai salju, maka kampus dan preschool juga tutup.
Selesai pertemuan, aku mendekati Ms. Sarah, salah satu pengurus, menanyakan hal-hal yang mengkhawatirkanku. Kupikir lebih baik bertanya daripada dipendam dalam hati.
Aku: "Ms. Sarah....I worry about my son, Jerome. He went to a daycare before, and the babysitter said that Jerome never talked to her, even when he wanted to go pee or poop.....I heard from my friend that in this preschool, a child should be toilet-trained and I worry that you will kick him off if he failed...."
Ms.Sarah: "Oh...don't worry about it, mommy...we will teach him how to do that....that's what we do here...."
wah....lega rasanya....jadi informasi yang mengatakan kalau anak akan dikeluarkan jika belum toilet trained itu ternyata tidak 100% benar....
Hari 3
Aku kuliah jam 5 sore lagi, jadi kali ini aku yang mengantar Jerome ke sekolah. Sampai di sekolah, Ms.Debby cerita,"yesterday Jerome was really nice....he smiled and joined the activity...he didn't cry at all"....oh senangnya....
Baru 5 menit aku menemani Jerome, Ms.Debby bilang, "Mommy....you should go home now...Jerome will be fine..." dan Ms. Debby juga bilang ke Jerome, "Jerome....mommy should go home now....ok?"
Awalnya aku ragu, tapi kuputuskan untuk patuh dan tegas, jadi akupun melepaskan tangan Jerome dan segera berlalu dari ruangan itu, tapi aku menunggu di luar sambil mendengarkan dengan seksama.
Saat itu, Clara si gadis kecil brazil sedang menjerit-jerit dan menangis keras karna ditinggal mamanya. Mamanya juga memutuskan untuk meninggalkan Clara di preschool tanpa ditemani. Terhalang oleh jeritan Clara, aku tak mampu mendengar apakah Jerome pun menangis atau tidak. Sesaat kudengar Jerome menangis, tapi tak lama. Tiba-tiba Ms.Debby berjalan ke arah toilet dengan menggandeng Jerome! Aku yang sedang berada di dekat toilet itu segera melarikan diri keluar, supaya tak terlihat Jerome. Wah ternyata Jerome sudah tidak menangis!
Maka akupun segera pulang dan menceritakan hal itu ke Papap.
Sorenya, Papap menjemput Jerome ke preschool dan bercerita kalau Jerome ternyata pup di sekolah tapi gak bilang ke Miss-nya. Jadi Jerome pup di diaper (sengaja aku masih memakaikan diaper selama Jerome di preschool, untuk menghindari kecelakaan sperti ini). Wah aku langsung sedih dan uring-uringan. Kekhawatiranku muncul lagi, sampai kapan mereka toleran terhadap keadaan itu ya...
Sepulang dari kampus, aku berpesan pada Jerome berulang-ulang, supaya kalau dia ingin pup harus bilang ke Miss-nya. Semoga Jerome mengerti....
Hari 4
Papap mengantar Jerome ke preschool dan segera meninggalkannya. Jerome tidak merengek2 atau memberontak loh...
Hari ini jadwal kami menyiapkan surat keterangan kesehatan Jerome, sayangnya kantor tempat mengurus surat itu yang ada di Orchard Down tutup, maka kami ke preschool dan menyampaikan hal itu ke gurunya. Saat itu ada Ms.Debby dan Ms.Debby bilang, "Please....don't let Jerome see you..."
Akupun bilang ke Ms.Debby supaya jangan khawatir, kami sengaja menyembunyikan diri dari pandangan Jerome. Kami lihat Jerome sedang asyik bermain di playground dan tidak menangis!
Sorenya, setelah dijemput, Ms.Lee bercerita kalau sore itu Jerome mendekati Ms.Lee dan bilang, "Ms.Lee....poop...Ms.Lee...." oh ternyata Jerome mengikuti saranku....Dia sudah berani bilang ke Miss-nya kalau ingin pup! ah senangnya....
Papap juga bercerita, ketika dijemput, Jerome sedang asyik bermain komputer, salah satu sarana yang memang disediakan preschool itu. Jerome tak terlihat rewel, malah tenang dan kelihatan sudah senang di preschool itu...wah tak disangka, cepat sekali adaptasinya....waktu pertama kali masuk daycare, perlu seminggu meninggalkan Jerome tanpa diiringi jerit tangis. Ternyata di preschool, hanya 3 hari.
Hari 5
Kami mengantar Jerome ke preschool dan dia terlihat santai dan malah sangat antusias! wah....dia benar-benar sudah beradaptasi dengan sekolahnya....senangnya hatiku....
Jadi apa yang aku khawatirkan sebelumnya, jelas tidak terbukti.
Jerome tidak menangis meski kami tak ada di sampingnya. Dia juga sudah berani berkomunikasi dengan gurunya dan berani bicara langsung ke Miss-nya kalau ingin pup. Untuk pis dia sudah bisa sendiri.
Senang hatiku karena Jerome bisa betah di sekolah barunya. Perkembangannya juga sudah terlihat, antara lain dia sudah bisa bersosialisasi, tidak hanya bermain sendiri seperti sebelumnya.
Jerome juga tidak susah tidur siang sekarang. Selain itu, tidur malam juga cepat, jam 10 sudah tidur, mungkin karna kegiatan di preschool banyak jadi dia bisa tidur pulas kalau malam karena sudah capek.
Keputusan memasukkannya ke preschool memang tepat.
Monday, August 31, 2009
Fall Semester 2009
Currently, I am taking 3 courses;
The Theory of Monetary Policy,
International Business Economics, and
Topics in International Economics: Course on Financial Crisis
Hmm...last semester, I mean on Spring, I took International Financial Economics. While on Summer, I took Monetary Theory.
So far, I have been taking 3 courses about International Economics....and I hope I will get more knowledge and deepen my thought.
I just realized that I really like any course about International Economics. For me, it is really interesting, since I have been working in a central bank for about 6 years and got along very well with the Balance of Payments which is also interesting (although sometimes confusing....LOL).
The fall semester has just begun last week and I have charged my spirit up after traveling to some states and got ready to start the new semester with new energy...
GAMBATE!
Urbana,
August 30th, 2009
The Theory of Monetary Policy,
International Business Economics, and
Topics in International Economics: Course on Financial Crisis
Hmm...last semester, I mean on Spring, I took International Financial Economics. While on Summer, I took Monetary Theory.
So far, I have been taking 3 courses about International Economics....and I hope I will get more knowledge and deepen my thought.
I just realized that I really like any course about International Economics. For me, it is really interesting, since I have been working in a central bank for about 6 years and got along very well with the Balance of Payments which is also interesting (although sometimes confusing....LOL).
The fall semester has just begun last week and I have charged my spirit up after traveling to some states and got ready to start the new semester with new energy...
GAMBATE!
Urbana,
August 30th, 2009
WHEN GOD SEEMS DISTANT
God is real, no matter how you feel.
It is easy to worship God when things are going great in your life – when He has provided food, friends, family, health and happy situations. But circumstances are not always pleasant. How do you worship then? What do you do when God seems a million miles away?
The deepest level of worship is praising God in spite of pain, thanking God during a trial, trusting Him when tempted, surrendering while suffering, and loving Him when He seems distant.
Friendships are often tested by separation and silence; you are divided by physical distance or you are unable to talk. In your friendship with God, you won’t always feel close to Him.
Philip Yancey has wisely noted, “Any relationship involves times of closeness and time of distance, and in a relationship with God, no matter how intimate, the pendulum will swing from one side to the other.” That’s when worship gets difficult.
To mature your friendship, God will test it with periods of seeming separation – times when it feels as if He has abandoned or forgotten you. God feels a million miles away.
Of course, God doesn't leave us. He has promised repeatedly, “I will never leave nor forsake you.” But God has not promised “you will always feel my presence.” In fact, God admits that sometimes He hides His face from us. There are times when he appears to be MIA, missing-in-action, in your life.
Floyd McClung describes it: ”You wake up one morning and all your spiritual feelings are gone. You pray but nothing happens. You rebuke the devil, but it doesn’t change anything. You go through spiritual exercises…..you have your friends pray for you…..you confess every sin you can imagine, then go around asking forgiveness of everyone you know. You fast…still nothing. You begin to wonder how long this spiritual gloom might last. Days? Weeks? Months? Will it ever end? …it feels as if your prayers simply bounce off the ceiling. In utter desperation, you cry out, “What’s the matter with me????”
The truth is, there’s nothing wrong with you! This is a normal part of the testing and maturing of your friendship with God. Every Christian goes through it at least once, and usually several times. It is painful and disconcerting, but it is absolutely vital for the development of your faith. Knowing this gave Job hope when he could not feel God’s presence in his life.
He said, “I go east, but he is not there. I go west, but I cannot find him. I do not see him in the north, for he is hidden. I turn to the south, but I cannot find him. But he knows where I am going. And when he has tested me like gold in a fire, he will pronounce me innocent.”
When God seems distant, you may feel that He is angry with or is disciplining you for some sin. In fact, sin does disconnect us from intimate fellowship with God. We grieve God’s spirit and quench our fellowship with him by disobedience, conflict with others, busyness, friendship with the world, and other sins.
But often this feeling of abandonment or estrangement from God has nothing to do with sin. It is a test of faith – one we all must face: will you continue to love, trust, obey, and worship God, even when you have no sense of his presence or visible evidence of his work in your life?
The most common mistake we make in worship today is seeking an experience rather than seeking God. The look for a feeling, and if it happens, they conclude that they have worshiped. Wrong! In fact, God often removes our feelings so we won’t depend on them. Seeking a feeling, even the feeling of closeness to God, is not worship.
God’s omnipresence and the manifestation of his presence are two different things. One is a fact; the other is often a feeling.
(to be continued)
~ Ch.14 - When God Seems Distant - The Purpose Driven Life, by Rick Warren ~
Des Moines, Iowa
August 13, 2009
It is easy to worship God when things are going great in your life – when He has provided food, friends, family, health and happy situations. But circumstances are not always pleasant. How do you worship then? What do you do when God seems a million miles away?
The deepest level of worship is praising God in spite of pain, thanking God during a trial, trusting Him when tempted, surrendering while suffering, and loving Him when He seems distant.
Friendships are often tested by separation and silence; you are divided by physical distance or you are unable to talk. In your friendship with God, you won’t always feel close to Him.
Philip Yancey has wisely noted, “Any relationship involves times of closeness and time of distance, and in a relationship with God, no matter how intimate, the pendulum will swing from one side to the other.” That’s when worship gets difficult.
To mature your friendship, God will test it with periods of seeming separation – times when it feels as if He has abandoned or forgotten you. God feels a million miles away.
Of course, God doesn't leave us. He has promised repeatedly, “I will never leave nor forsake you.” But God has not promised “you will always feel my presence.” In fact, God admits that sometimes He hides His face from us. There are times when he appears to be MIA, missing-in-action, in your life.
Floyd McClung describes it: ”You wake up one morning and all your spiritual feelings are gone. You pray but nothing happens. You rebuke the devil, but it doesn’t change anything. You go through spiritual exercises…..you have your friends pray for you…..you confess every sin you can imagine, then go around asking forgiveness of everyone you know. You fast…still nothing. You begin to wonder how long this spiritual gloom might last. Days? Weeks? Months? Will it ever end? …it feels as if your prayers simply bounce off the ceiling. In utter desperation, you cry out, “What’s the matter with me????”
The truth is, there’s nothing wrong with you! This is a normal part of the testing and maturing of your friendship with God. Every Christian goes through it at least once, and usually several times. It is painful and disconcerting, but it is absolutely vital for the development of your faith. Knowing this gave Job hope when he could not feel God’s presence in his life.
He said, “I go east, but he is not there. I go west, but I cannot find him. I do not see him in the north, for he is hidden. I turn to the south, but I cannot find him. But he knows where I am going. And when he has tested me like gold in a fire, he will pronounce me innocent.”
When God seems distant, you may feel that He is angry with or is disciplining you for some sin. In fact, sin does disconnect us from intimate fellowship with God. We grieve God’s spirit and quench our fellowship with him by disobedience, conflict with others, busyness, friendship with the world, and other sins.
But often this feeling of abandonment or estrangement from God has nothing to do with sin. It is a test of faith – one we all must face: will you continue to love, trust, obey, and worship God, even when you have no sense of his presence or visible evidence of his work in your life?
The most common mistake we make in worship today is seeking an experience rather than seeking God. The look for a feeling, and if it happens, they conclude that they have worshiped. Wrong! In fact, God often removes our feelings so we won’t depend on them. Seeking a feeling, even the feeling of closeness to God, is not worship.
God’s omnipresence and the manifestation of his presence are two different things. One is a fact; the other is often a feeling.
(to be continued)
~ Ch.14 - When God Seems Distant - The Purpose Driven Life, by Rick Warren ~
Des Moines, Iowa
August 13, 2009
The next Tiger Woods....
Yesterday, as usual, my husband John wanted to play golf at Stone Creek. Jerome, my 3-year-old little boy, didn't want to stay at home without his daddy. So when John was ready to go, Jerome also prepared to go; wearing his own shoes by himself, took his cap and went to the door and asked his dad to be hurry...:)
John couldn't refused him and then they went together and I just stayed at home and did my favorite things: cooking and watching the food networks channel....:)
John plays golf anywhere, in the golf course area, in the backyard, or even in the living room and so does Jerome. But yesterday was Jerome's first time to play golf in a real golf course area, Stone Creek Golf Club at Urbana IL, where his daddy is a member.
John took Jerome's pictures and it made me laugh....oh my!!! he is not a baby anymore.....:)
He tried hard to hit the ball again and again and again....and finally he made it!!
He really looked like Tiger Woods, didn't he? (well, honestly I've never seen Tiger Woods playing golf, but he started playing golf when he was 3 as well)
For sure, playing golf is so exhausted....he drank a lot of water all the time after he finished it!!!
Arriving at home, he told me proudly about what he had done and showed me again how he played golf....it's awesome!
You can be whatever you want to be, baby...
John couldn't refused him and then they went together and I just stayed at home and did my favorite things: cooking and watching the food networks channel....:)
John plays golf anywhere, in the golf course area, in the backyard, or even in the living room and so does Jerome. But yesterday was Jerome's first time to play golf in a real golf course area, Stone Creek Golf Club at Urbana IL, where his daddy is a member.
John took Jerome's pictures and it made me laugh....oh my!!! he is not a baby anymore.....:)
He tried hard to hit the ball again and again and again....and finally he made it!!
He really looked like Tiger Woods, didn't he? (well, honestly I've never seen Tiger Woods playing golf, but he started playing golf when he was 3 as well)
For sure, playing golf is so exhausted....he drank a lot of water all the time after he finished it!!!
Arriving at home, he told me proudly about what he had done and showed me again how he played golf....it's awesome!
You can be whatever you want to be, baby...
Summer Course 2009
The summer course 2009 is finally over!!! yay.....
It started on June 15th and was over on August 7, just now!
Wow...can't believe it....
One of the course I took was Computable General Equilibrium Modeling....
We didn't have any exam but we got so many homeworks (2 each week) and pop quizzes (2 almost every day!).....
It was really challenging....
But finally I could enjoy it and it was fun!
It took time to do every homework.
The homeworks consisted of individual homeworks and group project homeworks.
The most difficult part was the group project homeworks since we couldn't choose who would be your team members. The professor did it. Therefore, you just accepted who were your team member.
And it was not fun at all.
You are lucky if you got cooperative friends as your team members. Unfortunately I was not that lucky. Anyway, it is over now...
I can feel my freedom now and ready to go for vacation!!!!!
YAY......
It started on June 15th and was over on August 7, just now!
Wow...can't believe it....
One of the course I took was Computable General Equilibrium Modeling....
We didn't have any exam but we got so many homeworks (2 each week) and pop quizzes (2 almost every day!).....
It was really challenging....
But finally I could enjoy it and it was fun!
It took time to do every homework.
The homeworks consisted of individual homeworks and group project homeworks.
The most difficult part was the group project homeworks since we couldn't choose who would be your team members. The professor did it. Therefore, you just accepted who were your team member.
And it was not fun at all.
You are lucky if you got cooperative friends as your team members. Unfortunately I was not that lucky. Anyway, it is over now...
I can feel my freedom now and ready to go for vacation!!!!!
YAY......
Ingatlah selalu....
Bersyukurlah dalam segala hal.
Pikirkanlah apa yang engkau miliki.
Jangan memikirkan apa yang tidak engkau miliki,
karena itu hanya akan membuatmu terus menerus cemas
dan itu tidak ada gunanya.
-dari Chicken Soup-
Urbana, 1 Agustus 2009
Pikirkanlah apa yang engkau miliki.
Jangan memikirkan apa yang tidak engkau miliki,
karena itu hanya akan membuatmu terus menerus cemas
dan itu tidak ada gunanya.
-dari Chicken Soup-
Urbana, 1 Agustus 2009
Jaman sekolah dulu....
Di saat sedang berjibaku dengan tugas2 kuliah sperti sekarang ini, aku jadi teringat usaha dan semangat temen2 jaman sekolah dulu...lumayan membangkitkan semangatku juga...
Purnama yang langganan juara kelas waktu SD (SD St. Antonius II Medan) dan SMP (SMP St Thomas 1 Medan)...selalu karatan di kursi juara pertama. Dulu waktu SD, kalo pelajaran belajar membaca, ibu guru selalu menyuruh Purnama untuk membaca karna Purnama yang paling lancar diantara kami semua....sementara aku waktu itu deg2an berharap untuk tidak disuruh membaca karna dengan disuruh membaca maka aku akan menjadi pusat perhatian dan itu membuatku gugup hingga akhirnya malah membuatku membaca dengan terbata-bata dan gagap...
Waktu SMA (SMAN 4 Medan), Winda karatan di bangku juara pertama. Aku ingat, Winda waktu itu menumpang di rumah saudaranya, rumah yang amat minimalis, lebih tepat disebut paviliun. Di rumah minimalis itu hanya ada 1 ruang selain kamar tidur, dan di ruang itulah segala aktivitas umum dilakukan seperti makan, belajar, nonton tivi, menerima tamu dlsb. Winda juga memanfaatkan ruang sempit itu untuk belajar sementara di sekitarnya begitu banyak distorsi, dari mulai suara tivi dan suara saudaranya yang asyik mengobrol. Tapi kendala-kendala itu tak menyurutkan semangat belajar Winda hingga dengan segala kesederhanaannya, Winda langganan jadi juara bertahan di posisi pertama dari kelas 1 sampai 3.
Di kelas 2 dan 3, aku sebangku dengan Santi Manurung....Santi juga langganan juara 2 atau juara 3, kejar-kejaran dengan Anwar. Santi sangat inspiratif..aku ingat, Santi slalu bangun subuh untuk belajar, dengan segala keterbatasan yang ada tapi dia mampu berprestasi di kelas. Santi tinggal di sebuah rumah yang dihuni bersama tulang dan abangnya, nun jauh di simalingkar. Tapi itu pun tak menyurutkan semangat belajar Santi. Aku ingat, kalau aku kesusahan, Santi dengan sangat jelas menerangkan hal-hal yang tidak kupahami hingga aku pun akhirnya mengerti. Santi selalu aku repotkan dengan pertanyaan-pertanyaan konyolku yang mungkin buat Santi mestinya anak SD juga tau....hahahaha...
Untung ada Santi, kalau tidak, mungkin aku tinggal kelas waktu SMA...hehehe...
Thanks ya San...
Ada juga Agus (Agustina Purba) yang berstatus anak kos (aku suka sekali dengan kamar kosnya di daerah Padang Bulan). Agus rajin belajar, dengan menyiapkan cemilan-cemilan yang menggugah selera, mampu menemaninya menggauli buku-buku pelajaran. Aku mencoba meniru cara belajar Agus dengan menyiapkan camilan, tapi yang terjadi adalah camilan habis tapi belajarnya tak kunjung usai...hehehe...
Di UGM (jurusan IESP), aku kembali bertemu dengan orang-orang pintar yang juga menginspirasiku untuk tekun belajar.
Ada Iing, Susi dan Nana yang IPK-nya tak pernah di bawah 3,5.
Ada Sunji yang juga sangat rajin belajar.
Ika yang rajin membuat semacam risalah di beberapa lembar kertas sehingga proses belajar jadi lebih mudah (ini yg aku tiru sekarang, biar gak perlu bawa buku tebal kemana2).
Imas dan Anis juga sangat rajin dan usahanya patut ditiru dan diacungin jempol kiri kanan atas bawah.
Ah....kenangan sekolah dulu benar-benar melekat di kepalaku hingga saat ini dan bersyukur aku dikelilingi teman-teman yang pintar dan rajin hingga mampu membangkitkan semangat belajarku...
Dari mereka-mereka ini aku belajar bahwa tak ada keberhasilan yang bisa diraih tanpa usaha dan kerja keras!
skarang waktunya ku kembali ke buku-buku pelajaran dan peer-peer...
ayo Frida...semangat!!!!
Urbana,
1 Agustus 2009
Purnama yang langganan juara kelas waktu SD (SD St. Antonius II Medan) dan SMP (SMP St Thomas 1 Medan)...selalu karatan di kursi juara pertama. Dulu waktu SD, kalo pelajaran belajar membaca, ibu guru selalu menyuruh Purnama untuk membaca karna Purnama yang paling lancar diantara kami semua....sementara aku waktu itu deg2an berharap untuk tidak disuruh membaca karna dengan disuruh membaca maka aku akan menjadi pusat perhatian dan itu membuatku gugup hingga akhirnya malah membuatku membaca dengan terbata-bata dan gagap...
Waktu SMA (SMAN 4 Medan), Winda karatan di bangku juara pertama. Aku ingat, Winda waktu itu menumpang di rumah saudaranya, rumah yang amat minimalis, lebih tepat disebut paviliun. Di rumah minimalis itu hanya ada 1 ruang selain kamar tidur, dan di ruang itulah segala aktivitas umum dilakukan seperti makan, belajar, nonton tivi, menerima tamu dlsb. Winda juga memanfaatkan ruang sempit itu untuk belajar sementara di sekitarnya begitu banyak distorsi, dari mulai suara tivi dan suara saudaranya yang asyik mengobrol. Tapi kendala-kendala itu tak menyurutkan semangat belajar Winda hingga dengan segala kesederhanaannya, Winda langganan jadi juara bertahan di posisi pertama dari kelas 1 sampai 3.
Di kelas 2 dan 3, aku sebangku dengan Santi Manurung....Santi juga langganan juara 2 atau juara 3, kejar-kejaran dengan Anwar. Santi sangat inspiratif..aku ingat, Santi slalu bangun subuh untuk belajar, dengan segala keterbatasan yang ada tapi dia mampu berprestasi di kelas. Santi tinggal di sebuah rumah yang dihuni bersama tulang dan abangnya, nun jauh di simalingkar. Tapi itu pun tak menyurutkan semangat belajar Santi. Aku ingat, kalau aku kesusahan, Santi dengan sangat jelas menerangkan hal-hal yang tidak kupahami hingga aku pun akhirnya mengerti. Santi selalu aku repotkan dengan pertanyaan-pertanyaan konyolku yang mungkin buat Santi mestinya anak SD juga tau....hahahaha...
Untung ada Santi, kalau tidak, mungkin aku tinggal kelas waktu SMA...hehehe...
Thanks ya San...
Ada juga Agus (Agustina Purba) yang berstatus anak kos (aku suka sekali dengan kamar kosnya di daerah Padang Bulan). Agus rajin belajar, dengan menyiapkan cemilan-cemilan yang menggugah selera, mampu menemaninya menggauli buku-buku pelajaran. Aku mencoba meniru cara belajar Agus dengan menyiapkan camilan, tapi yang terjadi adalah camilan habis tapi belajarnya tak kunjung usai...hehehe...
Di UGM (jurusan IESP), aku kembali bertemu dengan orang-orang pintar yang juga menginspirasiku untuk tekun belajar.
Ada Iing, Susi dan Nana yang IPK-nya tak pernah di bawah 3,5.
Ada Sunji yang juga sangat rajin belajar.
Ika yang rajin membuat semacam risalah di beberapa lembar kertas sehingga proses belajar jadi lebih mudah (ini yg aku tiru sekarang, biar gak perlu bawa buku tebal kemana2).
Imas dan Anis juga sangat rajin dan usahanya patut ditiru dan diacungin jempol kiri kanan atas bawah.
Ah....kenangan sekolah dulu benar-benar melekat di kepalaku hingga saat ini dan bersyukur aku dikelilingi teman-teman yang pintar dan rajin hingga mampu membangkitkan semangat belajarku...
Dari mereka-mereka ini aku belajar bahwa tak ada keberhasilan yang bisa diraih tanpa usaha dan kerja keras!
skarang waktunya ku kembali ke buku-buku pelajaran dan peer-peer...
ayo Frida...semangat!!!!
Urbana,
1 Agustus 2009
Querido Dios....
Querido Dios, por favor, danos tu milagro....
Algo malo que nos pasó.
Realmente necesitamos el milagro de Dios.
Yo necesito un milagro.
Ayúdenme por favor....
Gracias a Dios.
Urbana,
28 de Julio, 2009
Algo malo que nos pasó.
Realmente necesitamos el milagro de Dios.
Yo necesito un milagro.
Ayúdenme por favor....
Gracias a Dios.
Urbana,
28 de Julio, 2009
Dengan bahasa cinta...
Tak ada musuh yang tak dapat ditaklukkan oleh cinta.
Tak ada penyakit yang tak dapat disembuhkan oleh kasih sayang.
Tak ada permusuhan yang tak dapat dimaafkan oleh ketulusan.
Tak ada kesulitan yang tak dapat dipecahkan oleh ketekunan.
Tak ada batu keras yang tak dapat dipecahkan oleh kesabaran.
Semua itu haruslah berasal dari hati anda.
Bicaralah dengan bahasa hati, maka akan sampai ke hati pula.
Kesuksesan bukan semata-mata betapa keras otot dan betapa tajam otak anda,
namun juga betapa lembut hati anda dalam menjalani segala sesuatunya.
sumber: tidak diketahui.
Kupersembahkan untuk semua orang yang aku kasihi...
Urbana,
27 Juli 2009
Tak ada penyakit yang tak dapat disembuhkan oleh kasih sayang.
Tak ada permusuhan yang tak dapat dimaafkan oleh ketulusan.
Tak ada kesulitan yang tak dapat dipecahkan oleh ketekunan.
Tak ada batu keras yang tak dapat dipecahkan oleh kesabaran.
Semua itu haruslah berasal dari hati anda.
Bicaralah dengan bahasa hati, maka akan sampai ke hati pula.
Kesuksesan bukan semata-mata betapa keras otot dan betapa tajam otak anda,
namun juga betapa lembut hati anda dalam menjalani segala sesuatunya.
sumber: tidak diketahui.
Kupersembahkan untuk semua orang yang aku kasihi...
Urbana,
27 Juli 2009
My deep condolence
On Saturday the July 25th 2009, my husband's grandma had passed away after being hospitalized for 4 days.
She will be 90 on August 17th 2009.
God love her so much for giving her a very long life.
My husband and I are really sorry that we could not come to her funeral.
We believe that she is rest in peace now.
May God bless her and the whole big family.
PS: Special thanks to Bohye, Kibona, Alex and Hyun for praying her.
God bless you all.
Urbana,
July 26th 2009.
She will be 90 on August 17th 2009.
God love her so much for giving her a very long life.
My husband and I are really sorry that we could not come to her funeral.
We believe that she is rest in peace now.
May God bless her and the whole big family.
PS: Special thanks to Bohye, Kibona, Alex and Hyun for praying her.
God bless you all.
Urbana,
July 26th 2009.
Subscribe to:
Posts (Atom)